18 Februari...
2009-02-19T05:09:00-08:00
Bias Tegaralaga
coretanku|
Comments
Posted by Bias Tegaralaga in
coretanku
- Thursday, February 19, 2009
5:09 AM
Hari Kasih Sayang bagi sebagian orang identik dengan tanggal 14 Februari, begitu juga pakdhe Blontank *Happy Valentine, dhe*. Namun bagiku, hari kasih sayang justru jatuh pada tanggal 18 Februari. Bukan tanpa alasan aku menganggap 18 Februari adalah hari kasih sayang yang sesungguhnya bagiku.
48 tahun yang lalu laki-laki paling berarti dalam hidupku menghirup udara untuk pertama kalinya. Dia mengalami masa kecil yang berbeda denganku, dia harus menjaga toko untuk meneruskan sekolahnya. Ketekunannya mencuri-curi waktu untuk belajar ternyata membuahkan hasil, dia dibayar untuk sekolah, bukan membayar untuk sekolah.
Sang waktu telah membentuk watak serta kepribadiannya, seorang pekerja keras. Dimataku mungkin dia kelihatan galak, namun dimata teman-temanku dia adalah sosok yang lucu dan penyayang. Dia selalu berkata "tanyakan saja pada ibumu", ketika dia ingin berkata "tidak". Dia adalah seorang yang murah hati, dia melupakan apa yang dia inginkan untuk memberikan apa yang aku butuhkan.
Dia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar sppku tiap semester, meskipun aku tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya. Aku terlalu malu untuk mengakui kalau kadang aku ingin memeluknya dan mengatakan betapa susahnya menjadi dewasa, namun dia akan mengangkat beban berat dari bahuku dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
Setiap aku bertanya padanya bagaimana menjadi dewasa, dengan bijaksana dia menjawab "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan". Setiap aku ingin pergi jauhpun dia hanya mampu menyalamiku, bahkan seakan acuh-tak-acuh. Aku tahu, kalau sampai memelukku dia tidak akan bisa untuk melepaskannya, aku tahu, aku selalu tahu, hanya saja aku terlalu egois untuk menyadarinya.
Aku tahu aku takkan pernah bisa membalas semua jasa-jasamu, namun lagi-lagi dengan bijaksananya kau berkata "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".
18 Februari adalah hari kasih sayangku, kasih sayang seorang anak kepada orang tua. Aku juga ingin kau tahu ayah, betapa aku mencintaimu, betapa aku menyayangimu, betapa aku mengagumimu. Mungkin hanya lewat tulisan ini aku mampu mengatakannya, mungkin aku takkan sanggup berkata-kata apabila aku harus bicara betapa aku mencintaimu.
selamat ulang tahun bah, doaku untukmu selalu...
maaf bah, aku terlambat mengucapkannya...
48 tahun yang lalu laki-laki paling berarti dalam hidupku menghirup udara untuk pertama kalinya. Dia mengalami masa kecil yang berbeda denganku, dia harus menjaga toko untuk meneruskan sekolahnya. Ketekunannya mencuri-curi waktu untuk belajar ternyata membuahkan hasil, dia dibayar untuk sekolah, bukan membayar untuk sekolah.
Sang waktu telah membentuk watak serta kepribadiannya, seorang pekerja keras. Dimataku mungkin dia kelihatan galak, namun dimata teman-temanku dia adalah sosok yang lucu dan penyayang. Dia selalu berkata "tanyakan saja pada ibumu", ketika dia ingin berkata "tidak". Dia adalah seorang yang murah hati, dia melupakan apa yang dia inginkan untuk memberikan apa yang aku butuhkan.
Dia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar sppku tiap semester, meskipun aku tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya. Aku terlalu malu untuk mengakui kalau kadang aku ingin memeluknya dan mengatakan betapa susahnya menjadi dewasa, namun dia akan mengangkat beban berat dari bahuku dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.
Setiap aku bertanya padanya bagaimana menjadi dewasa, dengan bijaksana dia menjawab "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan". Setiap aku ingin pergi jauhpun dia hanya mampu menyalamiku, bahkan seakan acuh-tak-acuh. Aku tahu, kalau sampai memelukku dia tidak akan bisa untuk melepaskannya, aku tahu, aku selalu tahu, hanya saja aku terlalu egois untuk menyadarinya.
Aku tahu aku takkan pernah bisa membalas semua jasa-jasamu, namun lagi-lagi dengan bijaksananya kau berkata "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".
18 Februari adalah hari kasih sayangku, kasih sayang seorang anak kepada orang tua. Aku juga ingin kau tahu ayah, betapa aku mencintaimu, betapa aku menyayangimu, betapa aku mengagumimu. Mungkin hanya lewat tulisan ini aku mampu mengatakannya, mungkin aku takkan sanggup berkata-kata apabila aku harus bicara betapa aku mencintaimu.
selamat ulang tahun bah, doaku untukmu selalu...
maaf bah, aku terlambat mengucapkannya...
18 Februari...
2009-02-19T05:09:00-08:00
Bias Tegaralaga
coretanku|

