Comments
Posted by Bias Tegaralaga in , , - Sunday, February 22, 2009 6:14 PM
Launching Bengawan

Malam itu terasa hangat walaupun gerimis seakan tidak mau berhenti menghujani kota Solo. Entah kenapa aku merasakan kehangatan itu, walaupun memang aku tidak sedang duduk diatas perapian. Malam itu bertepatan dengan Launching Bengawan, sebuah komunitas baru dikancah perbloggeran nusantara.

Ada sedikit kecemasan dihati ini, karena tampaknya hujan masih semangat sekali menjalankan aktifitasnya. Waktu itu aku hanya mencemaskan beliau, beliau yang sudah berkorban banyak untuk acara ini, beliau yang selalu mensupport kami, beliaulah dalang dibalik pementasan ini, terimakasih pakdhe.

Tampaknya pemindahan acara ini menjadi ke Loji Gandrung (rumah dinas walikota Solo) sangat tepat, kalau tetap di Taman Balekambang mungkin akan menjadi acara hujan-hujanan layaknya anak kecil dan katak beradik. Ternyata dewi fortuna lebih memilih pementasan ki Blontank daripada pementasan wayang yang tetap berlangsung ditaman Balekambang.

Pukul 7 tamu-tamu undangan mulai berdatangan membanjiri acara Launching Bengawan, komunitas-komunitas blogger dari berbagai daerah pun mulai menampakkan wujudnya. TPC, Cah Andong, Loenpia dan komunitas blogger lain pun menjadi saksi akan kelahiran sebuah komunitas baru dibelantara perbloggeran nusantara.

Kak Blontank Poer ditunjuk sebagai eksekutor untuk memulai acara Launching Bengawan. Pak Jokowi turut ambil bagian dengan mempresentasikan sejumlah daya tarik di kota Solo ini. Paman Tyo dan Pak Enda Nasution pun kebagian jatah untuk memperkenalkan apakah blog itu sebenarnya.

Malam itu sangat hangat, karena aku melihat banyak canda dan tawa berderai disetiap gerakan erotis dari kelompok cheerleader SMK Mikael yang berkesempatan untuk memperlihatkan aksi panggungnya . Kawan malam itu aku menikmatinya, menikmati tiap detik kebersamaan yang telah ada, aku sangat menikmatinya .

Selamat dan sukses selalu untuk Bengawan, semua ini hanyalah awalan bagi kita, Bengawan yang sebenarnya adalah apa yang akan kita kontribusikan dan kita perjuangkan untuk keutuhan komunitas ini .

Lagu keroncong Bengawan Solo itu pun masih sayup-sayup terdengar di telinga ini...

*matur sembah nuwun pakdhe, semua ini karenamu...*