Catatan Akhir Sekolah Part III : Kisah Juminten, Jumadi dan Jumateng...
2009-03-15T03:46:00-07:00
Bias Tegaralaga
catatan akhir sekolah|
Comments
Posted by Bias Tegaralaga in
catatan akhir sekolah
- Sunday, March 15, 2009
3:46 AM
Sebut saja Juminten seorang gadis desa yang merantau kekota untuk menuntut ilmu. Entah pesona apa yang dikeluarkan oleh Juminten hingga Jumadi teman sekelasnya sangat tergila-gila padanya. Hal itu membuat Jumadi selalu mengekor dibelakang Juminten. Ibarat ada gula ada semut, ada Juminten ada Jumadi...Apabila Jumadi malas untuk diajak keluar, dengan alasan Juminten juga ikut, walaupun dirumah yang ada hanya sepeda kumbang, Jumadi akan mengayuhnya dengan sepenuh hati. Bagi Jumadi, Juminten adalah candu yang sangat memabukkan, sulit untuk dilupakan apalagi untuk melepaskan.
Namun ternyata Juminten sudah ada yang punya, sejak dulu ternyata orang tua Juminten telah menjodohkan Juminten dengan seorang pemuda bahkan bertunangan. Walaupun tahu kenyataan tersebut Jumadi tetap setia menjadi semutnya. Jumadi bukan tipe pejuang namun Jumadi adalah seorang lelaki setia, dia akan tetap menanti Juminten, dia tetap memuja Juminten, ternyata candu itu tak pernah hilang dalam benak Jumadi.
Walaupun Juminten adalah candu baginya, Jumadi ternyata masih bisa berpikir jernih, kalau Juminten masih dalam status tunangan. Jumadi tidak berani untuk sekedar mengungkapkan perasaannya pada Juminten. Jumadi sendiri tidak tahu kalau dia akan menyesali sekali tindakannya yang kurang berani tersebut, karena Juminten sendiri tak tahu apa perasaan Jumadi kepadanya...
Juminten hanyalah seorang gadis biasa, dia ingin menikmati masa remajanya, dia ingin bersama teman-temannya, menikmati tiap waktunya. Dia tak mampu menerima kenyataan kalau dia dijodohkan, dia tak mau menerimanya, dia bukan Siti Nurbaya, dia hanyalah Juminten gadis desa yang beranjak dewasa di kota. Kenyataan ini menyiksa hati sekaligus pikirannya, hingga membuatnya melepas cincin itu dijarinya, sebagai tanda berakhirnya perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.
Jumateng, adalah seorang pria yang sangat menyenangkan, dandanannya modis, tidak seperti Jumadi yang terkesan childish. Ternyata Jumateng juga menaruh hati pada Juminten, dia lebih berani dalam mendekati Juminten daripada Jumadi. Walaupun Jumadi dan Jumateng bersahabat, sama-sama teman sekelas Juminten, namun Jumateng mempunyai nilai lebih dimata Juminten, karena Jumateng selalu bisa menghibur Juminten dikala gundah, sesuatu yang Jumadi tidak bisa lakukan.Hubungan Jumateng dan Juminten semakin dekat, seakan dunia hanya milik mereka berdua, aku sangat memakluminya itu, karena kala remaja dimabuk cinta bagaikan api yang membara, sangat hangat sekaligus menyejukkan. Akankah rajutan benang-benang kasih sayang itu akan menjadi sebuah ikatan cinta, ataukah hanya akan menjadi sebuah onggokan dalam kepingan waktu perjalanan hidup anak manusia.
Andaikan aku adalah Jumadi, aku akan pergi ketebing ditepian pantai, aku akan berteriak sekeras-kerasnya menyesali kebodohanku selama ini. Aku tahu perihnya mencintai, namun Jumadi tidak pernah merasakannya, dia hanya bisa merasakan ketakutan untuk mengungkapkan perasaannya pada Juminten. Andaikan Jumadi dapat mengutuk, dia akan mengutuk kebodohan atas keterlambatan mengungkapkan perasaannya pada Juminten, namun memang penyesalan selalu ada diakhir kisah...
Andaikan Juminten saat ini mengetahuinya, dia akan dilanda beban mental yang sangat besar, manakah yang harus dia pilih...?? Jumadi sang pemuja rahasianya ataukah Jumateng sang Mr.Perfect-nya...??Jarum jam itu masih terus berdetak, waktu terus bergulir dan lagu Seandainya dari Sheila On 7 itu mengalun lirih menemani senja sore itu...*kisah ini masih belum berakhir, aku sendiri tidak tahu akan berakhir seperti apa, hanya sang waktu yang mampu menjawabnya. Aku hanya berharap apapun akhir kisah ini adalah yang terbaik bagi Juminten, Jumadi dan Jumateng*
kisah ini kupersembahkan kepada ketiga sahabatku, sebagai sumber inspirasi dalam tulisan kali ini, i love you guys, all of you...
gambar diambil disini miliknya mbak Dini Armyta dan disini
Catatan Akhir Sekolah Part III : Kisah Juminten, Jumadi dan Jumateng...
2009-03-15T03:46:00-07:00
Bias Tegaralaga
catatan akhir sekolah|

