Comments
Posted by Bias Tegaralaga in - Tuesday, October 06, 2009 10:05 AM

Windows Seven
Mata Kuliah Siskom (Sistem Komputer) memberi tugas untuk diposting diblog (lagi), namun kali ini tugas lumayan menarik, yaitu membandingkan dua buah software ataupun hardware. Namun jangan membandingkan antara Microsoft Office 2007 dengan Pidgin, karena itu memang sama sekali "berbeda". Disini saya akan membandingkan dua sistem operasi terbaru keluaran pabrik Microsoft dan Ubuntu. Microsoft merilis sistem operasi terbaru mereka, yaitu Windows Seven, yang menurut Steve Ballmer (CEO Microsoft) merupakan sistem operasi terhebat yang pernah Microsoft buat. Sedangkan Ubuntu mengeluarkan sistem operasi terbaru mereka juga, yaitu Ubuntu 9.04 dengan codename Jaunty Jackalope.

First Installer, navigasi untuk menginstallasi dua sistem operasi ini relatif mudah (bagi yang sudah terbiasa menginstall software). Rata-rata pengguna bila ingin melakukan dual boot seperti yang saya lakukan pada HP ProBook 4410s saya ini, terlebih dahulu menginstall Windows, karena kalau diinstall Ubuntu terlebih dahulu, maka Grub (Boot Loader) akan terhapus. Walaupun tidak menutup kemungkinan jika ingin menginstall Ubuntu terlebih dahulu, karena ada software bernama Super Grub yang akan merestore GRUB. Yang menarik disini adalah Ubuntu dapat diinstall inside Windows, jadi tidak perlu melakukan proses partisi. Sudah dibuat virtual disk untuk Ubuntu ini, loadernya pun ikut dengan Windows yang biasanya dihandle oleh file boot.ini, yang kalau menggunakan Grub dihandle oleh file /boot/grub/menu.lst .

Saya cukup terkesima dengan dua buah sistem operasi ini, first look sudah mendetect semua hardware, mulai dari Wireless Device, Sound, Display, 99% semua terdetect dengan sempurna. Namun untuk Ubuntu memang memerlukan sedikit penyesuaian pada Sound dan Display agar bisa bekerja lebih "sempurna", agak merepotkan juga untuk seseorang yang belum terlalu familiar dengan Linux. Boot Screen dua sistem operasi ini menyuguhkan tampilan yang eye catching, Windows dengan animasi boot screen yang kemudian berkumpul menjadi satu membentuk logo Windows, Ubuntu tampil dengan sesuatu yang lebih sederhana, namun tampak lebih elegan.

Untuk rilis, saya harus mengakui kalau Ubuntu memang paling "rajin" dan tepat waktu dalam merilis sistem operasi buatan mereka, 9.04 dengan codename Jaunty Jackalope yang rilis pada April 2009, sebelumnya ada Intrepid Ibex pada Oktober 2008, lalu ada Hardy Heron pada April 2008, sebelumnya juga ada Gutsy Gibbon pada Oktober 2007, dan juga Feisty Fawn yang rilis pada April 2007, tepat 1 tahun 2 kali, 6 bulan sekali, tidak kurang dan tidak lebih. Namun jika kita menilik pada pembanding saya satunya, agak kurang konsisten dalam merilis sistem operasi mereka, lihat saja jarak antara Windows XP dengan Windows Vista, lalu Windows Vista dengan Windows Seven, agak kurang teratur, namun itu kebijakan bisnis mereka, nyatanya mereka tetap merajai pasaran sistem operasi dunia.


Ubuntu Jaunty Jackalope
Untuk masalah tampilan, karena pertama kali kita melihat pasti tampilan. Ubuntu masih konsisten dengan semboyan Unix family, yaitu KISS "Keep It Simple, Stupid". Menu navigasi masih seperti pendahulu-pendahulunya, tidak banyak berubah, namun inilah yang membuat saya berpikir 1000 kali untuk menguninstall sistem operasi ini, simple is everything. Windows Seven masih saja tampil dengan tema candy bar, sesuatu yang berkilau, dan sangat enak dipandang, dengan menu navigasi yang mudah, fitur yang variatif, dan sangat menyenangkan bisa mencoba sistem operasi ini. Saya sempat berpikir untuk terus menggunakan Windows Vista dilaptop saya ini, karena dulu saya sempat mencoba Windows Seven versi Beta, tidak jauh beda dengan Windows Vista, namun ketika final releasenya saya coba, It's Totally Different.

Saya adalah seorang pecinta musik dan movie, maka saya juga akan membandingkan pemutar multimedia dua sistem operasi ini. Dulu, saat menggunakan Intrepid Ibex saya harus mengupdate codec terlebih dahulu sebelum dapat memutar file musik di Rhythmbox (Music Player GNOME). Namun sekarang, tanpa mengupdatenya pun, saya sudah dapat menikmati file-file MP3 diputar melalui Jaunty Jackalope. Namun untuk memutar file movie, saya memerlukan sedikit penyesuaian, yaitu dengan mendownload codec-codecnya terlebih dahulu dan menginstallnya di Jaunty, memang merepotkan bagi yang belum terlalu familiar. Beralih ke Windows Seven, Windows Media Player 12, it's totally rocks! Memang untuk sistem ini saya tidak terlalu banyak menginstall software multimedia, untuk pemutar musik saya sangat nyaman menggunakan Windows Media Player, dibanding harus menginstall WinAMP. Selain navigasinya yang mudah, Windows Media Player sudah mencakup semua kebutuhan saya dalam memutar musik, kalau sudah ada kenapa harus menambah lagi. Nah, untuk urusan menampilkan movie memang saya butuh third party software, atau perangkat lunak pihak ketiga, KMPlayer adalah jawaban saya ketika saya ingin memutar file video, mudah navigasinya dan nyaman memakainya.

Usability, harus saya akui saya adalah seorang yang tergantung pada Windows, bukan karena saya malas memakai Linux ataupun tidak bisa memakainya, namun karena tuntutan dari kampus memang menggunakan software-software under Windows. Sebut saja mata kuliah Aplikasi Komputer, 99% menggunakan software under Windows, Office tentunya. Namun mungkin jika nanti sudah memasuki pelajaran Jaringan akan prefer ke under Linux. Sedangkan saya jika ingin berinternet ria lebih nyaman menggunakan Ubuntu, jangan tanya alasannya, saya pun tidak tahu. Untuk memutar multimedia tergantung mood, sedang ingin menggunakan Ubuntu atau Windows, tapi kebanyakan lebih banyak menggunakan Windows, karena saat mengerjakan tugas kuliah saya suka mendengarkan musik, saat menulis ini juga.

Exprience, dari segi pengalaman saya selalu mengingat kata-kata seorang bapak tua yang gaul sekaligus mbois, Pak Andy MSE, dia bilang, "Selagi masih bisa mencoba kenapa harus memakai Windows terus, masih banyak sistem operasi diluar sana yang siap kita jamah". Dia adalah seorang aktifis opensource yang terus belajar dan belajar seperti saya, saya banyak belajar dari beliau, bukankah belajar tidak hanya bisa dilakukan disekolah saja. Windows, dari dulu yang tidak terlalu saya sukai adalah closed source, kode sumbernya tidak bisa dibuka, kita hanya bisa memakainya, tidak bisa mengerti lebih jauh. Sedangkan Ubuntu, sebagai salah satu software open source, membuat kita tertantang untuk terus mempelajari bagaimana sistem ini bisa bekerja, kenapa kalau diubah menjadi seperti ini, kalau tidak diubah menjadi seperti itu, It's Very Interesting. Di Ubuntu saya lebih sering menggunakan terminal (cmd kalau di Windows) dalam melakukan aktifitas dan mempelajari sesuatu, walaupun sudah ada versi GUI (Graphic User Interface) namun lebih mengasyikan apabila menggunakan versi command-nya. Harus saya akui kalau saya belajar banyak mengenal sistem operasi di Ubuntu dibanding dengan Windows, walaupun yang saya pelajari masih sangat sedikit dibanding yang dimengerti orang-orang diluar sana, setidaknya saya sudah belajar dan akan terus belajar untuk lebih mengerti dan memahami bukan sekedar tahu.

Security, saya bukanlah seorang pejabat, bukanlah seorang peneliti yang sedang mempelajari sesuatu yang sangat berharga, bukan juga artis yang takut foto-fotonya tersebar diinternet, i'm an human being, dan saya tidak takut apabila ada yang mengambil foto saya, saya tidak akan panik ataupun marah, sumpah saya janji tidak bakal marah. Kalau begitu kenapa saya harus takutkan keamanan, saya tidak menginstall antivirus di Windows saya, saya juga tidak menginstall firewall di Ubuntu saya, saya tidak terlalu memikirkan virus, kalaupun terkena virus, install ulang saja, begitu kok repot. Menginstall ulang itu repot? bukan, sama sekali tidak repot, ditinggal merokok saja sudah selesai. Kalau saya nanti menjadi Presiden Republik Indonesia mungkin saya baru memikirkan itu dan menyewa hacker paling pandai didunia untuk menjaga jaringan saya, berapapun bayarannya!

Kesimpulan saya atas dua sistem operasi yang saya paparkan tadi, sebenarnya ini bukanlah masalah sistem apa yang akan kita gunakan, sama sekali bukan! Komputer sudah menjadi bagian hidup saya sehari-hari, ini menjadi masalah kenyamanan dan kebutuhan. Saya nyaman menggunakan Linux untuk berinternet, maka saya menggunakan Ubuntu. Saat dikampus saya membutuhkan Office dalam mata kuliah Aplikasi Komputer, maka saya menggunakan Windows Seven. Tidak ada sistem operasi terbaik didunia ini, semuanya saling melengkapi, pasti ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing yang nantinya akan kita jadikan patokan untuk menggunakan sistem operasi itu sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan kita.